Cantilever Retaining Wall adalah dinding penahan tanah yang menggunakan pondasi beton bertulang (base slab) untuk menahan tekanan tanah lateral. Sistem ini diperkuat dengan tulangan baja (rebar) dan beton cor yang mengisi rongga blok dinding, sehingga mampu menahan beban dan tekanan tanah yang besar.
Pondasi beton terdiri dari toe dan heel, di mana bagian heel berada di bawah material timbunan (backfill) untuk meningkatkan stabilitas. Dengan dukungan blok beton MagnumStone berongga besar, dinding cantilever memiliki kekuatan struktural tinggi sekaligus tampilan estetis, cocok untuk proyek infrastruktur dan dinding penahan tanah skala besar.


Cantilever Retaining Wall dirancang untuk memberikan kekuatan struktural maksimum pada dinding penahan tanah. Kekuatan ini diperoleh dengan mengikat pondasi, beberapa lapisan, hingga seluruh dinding menggunakan tulangan baja (rebar) dan isian beton melalui rongga vertikal dan horizontal besar pada sistem blok MagnumStone.
Pondasi beton (cantilever base) berfungsi menahan dinding pracetak yang sedikit miring agar tidak terguling atau bergeser akibat tekanan tanah di belakang dinding. Berkat desain ini, Cantilever Retaining Wall MagnumStone telah dipercaya oleh para insinyur di berbagai negara untuk proyek yang membutuhkan daya tahan dan stabilitas tinggi.
Kapan Menggunakan Tulangan Baja pada Retaining Wall?
Tulangan baja (steel reinforcement) digunakan pada retaining wall ketika sistem gravity atau geogrid tidak mampu memenuhi persyaratan kekuatan struktur. Umumnya diterapkan pada Cantilever Retaining Wall untuk kondisi lahan terbatas, beban berat, dan tekanan tanah tinggi.
Isi Form Untuk Mendapatkan Informasi Terkait Produk