Geogrid Retaining Wall

Dinding penahan tanah bertulang geogrid—juga dikenal sebagai Mechanically Stabilized Earth (MSE) Retaining Wall—merupakan struktur komposit yang berfungsi menahan beban. Sistem ini tersusun dari material timbunan yang dipadatkan dan lapisan geogrid sebagai tulangan. Geogrid berperan meningkatkan kekuatan tanah dan memperkuat massa tanah di belakang dinding penahan.

Sistem ini terintegrasi dengan blok beton pracetak berukuran besar sebagai facing dinding penahan. Kombinasi tersebut efektif untuk melindungi lereng dari erosi tanah serta mampu menopang beban berat maupun beban dinamis di atasnya.

Dapatkan Produk NMAG - SRW
Geogrid Retaining Wall

Dinding penahan tanah bertulang geogrid memungkinkan optimalisasi dan perluasan area pengembangan lahan. Sistem ini juga berfungsi menstabilkan tekanan tanah yang berasal dari area parkir, struktur sipil, jalan raya, hingga jembatan yang berada di atas dinding.

Untuk dinding dengan ketinggian besar, sistem retaining wall berbasis geogrid tergolong lebih efisien secara biaya. Material geogrid sendiri merupakan produk rekayasa berbahan polipropilena yang dirancang khusus untuk meningkatkan daya dukung dan stabilitas tanah.


Komponen Utama Geogrid Reinforced Retaining Wall

Sistem dinding penahan tanah bertulang geogrid dirancang secara teknis dan terdiri dari beberapa elemen utama, yaitu:

  • Material tulangan geogrid sebagai perkuatan tanah

  • Blok beton retaining wall MagnumStone sebagai elemen muka dinding

  • Tanah timbunan terpilih (engineered backfill) yang diperkuat dan dipadatkan

  • Sistem drainase yang efektif untuk mengontrol air dan mencegah tekanan hidrostatis

NMAG - SRW

Geogrid RETAINING WALLS

Aplikasi Umum Geogrid Reinforced Retaining Wall

Bagaimana Cara Kerja Geogrid Reinforced Retaining Wall?

Geogrid Reinforced Retaining Wall bekerja dengan mengombinasikan blok beton MagnumStone, lapisan geogrid, dan tanah timbunan terpilih menjadi satu sistem struktur penahan tanah yang stabil dan kuat.

Blok beton MagnumStone dipasang berlapis secara vertikal, sementara geogrid diukur dan ditempatkan di antara lapisan blok sesuai perhitungan desain. Geogrid dikunci dengan presisi di antara susunan blok dinding penahan tanah menggunakan metode pemasangan yang terkontrol dan sesuai standar teknis.

Setelah geogrid terpasang, tanah timbunan yang telah disetujui (approved backfill) diurug dan dipadatkan di belakang dinding. Proses pemadatan ini bertujuan untuk menghasilkan daya tarik (tensile strength) dan kestabilan struktur yang optimal.

Interaksi antara blok beton, tanah, dan geogrid membentuk satu kesatuan sistem yang mampu menahan tekanan tanah secara efektif. Untuk menjamin keamanan sistem, pengujian kapasitas sambungan (Connection Capacity Testing) antara geogrid dan blok dilakukan oleh laboratorium bersertifikasi. Data hasil pengujian ini kemudian digunakan dalam perangkat lunak desain teknik MagnumStone untuk merancang dinding penahan tanah yang aman, efisien, dan sesuai standar rekayasa.

FREE DESIGN

Isi Form Untuk Mendapatkan Informasi Terkait Produk

Hubungi Kami